Selasa, 05 Januari 2016

Keluarga keduaku RGM
Sahabat merupakan keluarga baru yang memahamkanku akan arti sebuah komitmen. Sahabat bukan hanya sekadar teman hang out,namun sahabat lebih dari perkiraan banyak orang diluar sana. Bagiku sahabat merupakan keluarga kedua yang dekat dengan hatiku.Semua tawa,tangis mampu aku tumpahkan dipundak mereka.Aku baru bisa merakasan hadirnya sosok sahabat ketika duduk di bangku sekolah.Aku merasa bahagia diberikan kesempatan memiliki kalian RGM.Banyak orang beranggapan kalau kelompok persahabatan hanya buang waktu dan nanti ujung-ujungnya selalu diakhiri dengan badai perpecahan.Lebih parahnya perpecahan itu dapat menghancurkan semua kenangan,sampai-sampai untuk menegur pun tak sudi lagi.Namun anggapan orang itu seakan menjadi obat penguat bagi kami.
Dua tahun yang lalu kami sempat mengalami sebuah kejadian yang sangat mengerikan,dimana kekuatan persahabatan kita sedang diuji dan akhirnya kita terbawa derasnya arus yang menerpa.Waktu itu terdapat sebuah kejadian dimana entah darimana arus itu berakar namun kita seakan dengan mudah mengikutinya.Salah satu sahabatku diisukan sebagai kacang lupa kulitnya,dia meninggalkan kami setelah dia mendapatkan seorang yang menduduki sebagian besar hatinya.Mungkin karena umur persahabatan kita yang masih dini akhirnya kita mudah sekali termakan dan akhirnya kita memutuskan untuk menyudahi hubungan ini dan hanya tersisia 4 orang.Setelah satu tahun berlalu tanpa sapaan dan terlalui penuh sindiran akhirnya hati kita terbuka.Kita sadar bahwa kita telah termakan oleh hasutan seseorang yang tidak suka melihat bagunan kita kokoh.Pada suatu ketika kita mulai membangun lagi dan sampai akhirnya kita kembali menjadi lima lagi,RGM pun berjaya untuk kesekian kalinya.
Meski kini jarak dan waktu seakan tak berpihak kepada kita namun aku yakin di hati kalian masih tersedia ruang untuk semua kenangan kita.Meski kita mempunyai mimpi yang berbeda namun aku yakin kelak ada masa dimana kita akan besama dan membangun sebuah keluarga besar hingga membuat anak cucu kita kelak bangga melihat persahabatan kita.
Aku yakin RGM akan terus ada dan aku juga yakin kita bisa berubah menjadi orang yang lebih baik lagi.

Rhetnaning  H.T.D (brenda/reyna/nunung/nut/dut)
Sosok yang paling periang diantara kami berlima,dia sangat perhatian tapi mudah sekali baper.Harus hati-hati kalau bercanda sama dia karena dia sering sekali nganggep serius omongan orang.Nunung sosok yang sangat kreatif dan imajinatif,aku punya keyakinan kelak dia bakal menghasilkan novel-novel yang best seller karena tulisannya itu bikin orang merasa pergi kedunia hayalan,dia pandai banget kalau milih kata.Jujur kalau soal jurnalistik aku kagum berat sama dia.Kalau soal makanan dia paling tahu semuanya,mau tempat makan itu berada di belakang gedung tinggi sekalipun dia pasti tau.Dia juga fans berat gabriel Idola cilik,kalau udah kumpul bareng pasti yang diobrolin pasti Iel.Entah kenapa dia gak bisa nyembunyiin wajahnya kalau lagi marah,pokoknya dia itu lucu banget kalau lagi bete :P .Hal yang paling aku kangenin dari dia,ketika dia heboh sendiri dan kehebohan itu kadang gara-gara hal sepele.Pokoknya nunung itu ngangenin banget.

Afi K (aping/nigiri/apreng)
Aping itu sosok yang kalau dilihat dari luar itu cuek banget.Dia paling jago buat nyembunyiin perasaannya,dia juga paling jago bikin kita berempat penasaran dan harus menebak-nebak. Aping itu sosok yang sangat sensitif dan kekeh sama maunya,kalau dilihat-lihat dia itu moody banget,jadi kalau mau ngajak bercanda harus liat situasi dan kondisinya dulu.Dibalik sikapnya yang cuek dia itu termasuk orang yang mudah jatuh cinta (ini sih Cuma penilaian dari seorang sahabat) kisah cintanya pun menarik untuk dijadikan bahan pembicaraan.Dia itu juga termasuk sosok yang pandai dalam merangkai kata-kata alias mengarang,dia paling jago kalau buat tulisan tentang hal-hal yang berbau kegalauan.Selain jago nulis,suaranya juga bagus.Tak bisa dipungkiri lagi suaranya memang terbagus diantara kami berlima.Aku yakin kelak dia bisa menjadi akuntan sekaligus penyayi kalau dia mau terjun kearah sana.Kalau urusan fashion dia jagonya.Pokoknya muka sok cueknya itu lho yang bikin kangen.

Putri R (cabe/trigiri/prot)
Salah satu sahabatku yang tak pernah kehabisan waktu untuk galau,dia partner setia galauku waktu duduk diSMA. Maklum zaman SMA masih labil banget , emosinya naik turun masih banyak kakak kelas yang mudah untuk diketahui namanya jadi mudah buat stalknya. Dia itu punya suara yang keras banget kalau teriak ibarat dari pasar sampai rumah kedengeran.Suaranya itu yang bikin kita juluki dia cabe,kasihan sih kalau dipanggil cabe tapi dia nya fine-fine aja kok hehe.Dia itu juga termasuk orang yang perhatian sama kita dia sering ngasih nasihat yang ujung-ujungnya ada bau bapernyaa juga sih.Dia sering sekali ada konflik sama nunung gara-gara hal sepele,kaya dia bercanda gak mau ngobrol sama nunung dan alhasil nunung baper lalu marah,ujung-ujungnya tanya sama aku kok cabe gitu.Masalah klasik dan jarang terulang akhir-akhir ini L. Dia itu paling pinter kalau soal ngomong,diantara kami dia itu paling jago kalau speaking ditambah dia itu juga anaknya pinter kalau soal pelajaran.Tapi akhir-akhir ini aku kurang nyambung kalau dia sedang ngobrol soalnya kalau ketemu dia pasti ngobrolin akuntansi padahal aku anak lahiran IPA ya kenalnya Cuma sama fisika,kimia,biologi.Akuntansi aku mah gak tau samasekali.Pokoknya suaranya yang cetar itu bikin telingaku rindu.

Defita I (depret/pret)
Sosok yang paling dewasa diantara kami berlima,entah karena umurnya yang memang berbeda satu tahun dari kami atau karena pengalamannya yang lebih banyak dari kami aku juga kurang tahu.Jujur buat bab asmara dia yang paling bagus diantara kami berlima. Disaat kami berempat masih setia dengan status yang kami sandang,dia sudah memiliki sosok yang singgah dihatinya.Tapi aku salut sama dia,meski dia memiliki pacar dia gak lupa sama sahabatnya justru kami yang pernah menjadi orang yang paling jahat.Kami sempat tidak percaya sama dia karena kami termakan omongan oknum yang tidak bertanggung jawab dan itu membuat kami pisah selama kurang lebih satu tahun.Tapi,untung saja hal itu cepat kami sadari.Selain dewasa dia itu juga sosok yang lemah lembut serta keibuan,tutur katanya halus.Dia juga memiliki suara yang bagus meski tak sebagus aping heheh.Dia juga satu-satunya sahabat yang paling nyambung kalau diajak ngobrol tentang materi sekolah karena dia satu jurusan sama aku.Aku yakin dalam dirinya masih ada potensi yang belum keluar dan aku yakin kelak saat ketemu lagi dia sudah menemukan itu. Pokoknya tutur katanya yang halus itu bikin telingaku rindu.

Aku  (ulil/onigiri/kriwil/ulpret)
Aku itu orangnya pemikir,apa-apa aku pikirin hal sekecil apapun tak hilaf dari pikiranku.Dulu aku orangnya paling gak bisa kalau dengerin lagu galau dan sangat gak bisa kalau udah dengerin lagu kuingin setia entah kenapa setiap kali aku mendengar,ada perasaan sesak menghujam jantungku.Tapi itu dulu,sekarang aku sudah mulai terbiasa dengan lagu-lagu seperti itu.Saat ini aku baru ingin berproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan menemukan bakatku yang mungkin masih terpendam.

“Orang yang beruntung adalah orang yang mampu menemukan bakatnya dan mengembangkan bakat itu”

“Jangan mengikuti gengsi,ikutilah bakatmu maka kamu akan menemukan siapa dirimu yang sesungguhnya”


terlukis indah semua kenangan kita,
hingga waktu enggan membuat hati kita semakin jauh
salam rindu dan salam cinta untuk sahabatku
RGM
"RepublikGManagement"

Senin, 18 Mei 2015

Terjerat Kepalsuan Hati
                Ya,mungkin ini sudah lama sekali dan mungkin jika mereka itu aku,mereka pasti sudah berlalu meninggalkan semua alur cerita dan memulai cerita baru lagi dengan pemeran yang baru.Namun ini ceritaku,cerita yang kutulis sendiri dan cerita yang kuwarnai sendiri.Entah seberapa lama lagi cerita ini akan bertahan hanya aku,waktu dan Tuhan yang tahu.
                Cerita ini bermulai semenjak aku mengaguminya dalam diam.Selama satu tahun dalam ruang lingkup yang sama disitulah muncul pemeran utama.Tokoh yang menjadi alasanku untuk tetap memandang maju menatap masa depanku dan melupakan ketidak pastian yang ada.Setelah satu tahun,hati ini semakin mengunjang ketika sepercik tulisan muncul lewat  pesan singkat.Cerita ini pun semakin tertuntun,hari demi hari semakin jelas isyarat yang ku terima.Dan pada akhirnya alur cerita ini menjadi perdebatan khalayak ramai.Rasa yang ku pendam selama satu tahun akhirnya terbalaskan. Semua pemain seakan gembira melihatku dan pemeran utama menjadi satu.Malam-malamku kini semakin bersinar,hari-hariku semakin berwarna.Rasa perhatian,kesenangan mampu aku rasakan.Namun entah mengapa tiba-tiba kepalsuan hati ini datang dan menguasai pikiranku.Cerita yang aku bangun melalui pesan singkat ini pada akhirnya berakhir dalam waktu yang teramat singkat bahkan bisa dikatakan masih berumur jagung.Ceritaku pun berakhir.
                Namun apa dayaku,cerita yang aku kira sudah berakhir ternyata masih menyisakan kenangan dan pengharapan.Kepalsuan rasa hati ku saat itu membuat hati ini semakin mendayu-dayu dan semakin menjerit.Entah ini karma ataupun sekadar sugesti namun aku tak bisa melupakan semua tetntang pemeran utama itu.Bahkan saat aku bersama pemeran lain akupun tak mampu menolak kehadirannya dalam bunga tidurku.Bahkan bayang bayangnya pun sempat menghiasi keseharianku.
                Entah sampai kapan cerita ini mampu aku lanjutkan,aku hanya ingin kepalsuan ini segera berbalik menjadi sebuah kenyataan dimana aku tak lagi mengharapkanmu bahkan mencintaimu.Aku hanya ingin meyakinkan diriku bahwa pemeran utama sudah bahagia dengan dunianya dan pilihannya sendiri.Bahkan saat kita dipertemukan kembali sudah tak ada lagi kata “hati gemetar”.Karena aku yakin pemeran utamaku kini sudah bahagia.

                Sudah saatnya aku untuk beranjak dari cerita ini,karena cerita ini hanya menyisakan kepedihan bagi pemeran utama dan karma bagiku.Aku ingin menulis cerita yang baru lagi.Hingga pada waktunya aku bisa bahagia bersama pemeran yang lain.

Kamis, 14 Agustus 2014

 think again
hanya karna dia datang dalam mimpimu bukan berarti dia takdirmu
hanya karna dia melihatmu bukan berarti dia menyukaimu
hanya karna dia perhatian kepadamu bukan berarti dia meyayangimu
semua butuh waktu
semua butuh proses
semua butuh pemikiran
jangan pernah mendahului takdir
jangan pernah menyalahkan takdir
jangan pernah membenci takdir
karena sesungguhnya
mimpi hanyalah mimpi
yang bisa kemana saja
maka dari itu
jangan menetapkan hatimu padanya hanya karna dia datang dalam mimpimu
kenapa semua ini tak kunjung berakhir.semua penantian yng kujalani hanya sebatas angin lalu saja.alunan nada cinta yang bergetar tak mampu lagi kau terima tak mampu lagi kau dengar tak mampu lagi kau rasakan.entah sampai kapan semua ini berlangsung.entah sampai kapan kau terus begini.diam tanpa arti.tersenyum penuh pengharapan.hanya engkau sendiri yang mampu memahmi isi hatimu itu.tak ada yang sanggup menyelami hatimu yang gelap itu.
cobalah engkau menerangi hatimu itu hingga aku bisa memasuki dan meneliti hatimu.sampai kapan engkau terus begini.apa harus sampai mega bertengkar.apa harus sampai burung berhenti berkicauan.kau harus tahu aku ini bukan batu yang kuat menopang semua ombak yang datang.aku hanya sosok yang lemah yang butuh motivasi.kenapa engkau tak pernah mengerti.apa harus aku berhenti untuk mengagumimu.
       Aku termenung menikmati senja bergulir keperaduanya,taksabar rasanya aku ingin melihat sang pujaan hati yang sedari tadi bersembunyi dibalik awan.Dengan penuh keraguan sang pujaan hatiku muncul dan melambaikan tangan kepada semua orang yang melihatnya.Betapa tersayatnya hati kecilku ini saat aku mengetahui dia melambaikan tangan kepada semua yang melihatnya.Bahkan dia sempat menebarkan senyum termanisnya kepada siapapun yang ia temui,mungkin aku terkesan terlalu egois untuk memiliki dia seutuhnya namun aku juga tak bisa membendung semua keinginanku itu.Sebagai perempuan aku juga ingin mendapatkan senyuman termanis darinya,dan senyuman itu hanya untukku seorang.Nmun aku juga menyadari jika dia itu tak hanya milikku melainkan milik khalayak ramai.
       Tak lama kemudia dia datang menghampiriku bersama kawanan setianya.Mukanya yang tadi songong berubah menjadi muka yang sangat manis dan membuat jantung ini berdetak kagum melihatnya. Senyumannya yang lebar mampu membiusku hingga aku terlamun.Seketika aku mulai berbicara padanya namun tak ada satupun jawaban terlontar darinya.Itu sudah menjadi tradisi buat kami.Dia hanya bisa tersenyum dan mebuat hati orang senang,dua hal itu saja yang diabisa lakukan.
        Sesaat setelah aku melontarkan semua keluh kesahku,semua rasaku untukknya akupun dihinggapi oleh rasa kantuk yang mendalam.Dan itu tandanya aku harus merajut mimpi dan meninggalkan pujaan hatiku. Namun aku akan tetap setia menemuinya dikala malam datang,jika dia tidak brsembunyi dibalik awan.Karena aku hanya ingin menjadi daratan yang selalu terkena senyummu.




Jadikan aku temannya


     Banyak diantara kita kerap kali menyalahkan keberadaan waktu yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.Namun sebenarnya waktu itu sama sekali tidak pernah salah,kitanya saja yang terlalu gegabah menyalahkannya.Bahkan tak ada setitikpun hasrat yang muncul dari sang waktu untuk menyalahkan seseorang,tapi kenapa seseorang dengan entengnya melimpahkan semuanya kepada sang waktu.
     Sempat terlintas dibenakku bagaimana hancurnya waktu saat dia berada diposisi tersudutkan.Semua orang menyalahkannya,menuduhnya,mencacinya bahkan sempat membencinya.Tuhan kenapa ketidakadilan menyelimuti sang waktu.Tuhan salahkah aku kepada sang waktu jika waktu itu aku sempat membencinya.Dikala aku benar-benar terpuruk,disaat aku benar-benar terpukul,terombang-ambing dan di saat aku harus memutuskan sesuatu yang sangat berat.Aku sempat menyalahkan waktu karena aku ingin sekali waktu tidak cepat berlalu begitu saja,namun tak ada yang bisa menghentikannya.
     Tuhan aku ingin waktu tahu kalau aku menyesal sempat membencinya aku berjanji tak akan membencinnya.Tuhan sampaikan kepada sang waktu jika aku ingin berteman dengannya dan jadikanlah aku temannya.


Jumat, 20 Juni 2014

Tergantinya Bulan oleh Fajar

Senja pun tiba,bergelut dengan cahaya matahari yang sedari tadi menampakkan wajahnya.Entah bagaimana aku tak mengetahui kenapa tak ada sedikitpun tanda-tanda bulan menampakkan cahayanya.Sungguh,aku tak bisa menyadari semua itu,aku tak bisa percaya jika aku harus melalui malam ini tanpa cahaya bulan.Dan kini aku putuskan untuk tetap termangu menunggu kehadiran bulan.Oh bulan kenapa kau tak hadir malam ini? kenapa kau tak memberiku satu alasan atas ketidak hadiranmu?.Dengarlah bulan sungguh aku tak bisa menyelesaikan semua ini tanpa kehadiranmu.Ya,memang harus ku akui,aku sangat tergantung akan kehadiran bulan semenjak aku memutuskan untuk menjadikan bulan sebagai idola.Dan semenjak aku memberikan salah satu ruangan dihatiku untuk bulan,aku tak bisa melakukan semuanya jika tak ada bulanku dan aku juga tak bisa merasa nyenyak jika tidur tanpa cahaya bulan.
Detik demi detikpun terlalui dan aku masih memegang  laptopku sembari mengeklik semua file yang tersimpan didalamnya.Aku pun mencoba untuk move on dan beralih untuk menuliskan isi hatiku namun apadaya semua itu tak bisa kulakukan.Sampai saatnya akupun terlelap dalam tidurku,hingga suatu saat aku dihinggapi mimpi,mimpi itu begitu terlihat nyata adanya.Awalnya aku berjalan disebuah taman yang luas,disana aku tak bisa mendapatkan apa-apa kecuali danau dan perahu bambu,akhirnya aku memutuskan untuk duduk dipinggir danau,tak lama kemudian muncullah sosok pemuda misterius dengan wajah jawa,kulit kuning gading berperawakan pendek,dan rambut yang bergaya korean style.Orang itu tiba-tiba datang menghampiriku dan menyapaku dengan lembut.Aku yang tak mengenal dia hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalaku.Sesaat setelah pemuda itu duduk disebuah bangku kayu beberapa menit kemudian muncullah suatu percakapan yang sangat hangat.Berawal dari perbincangan yang sangat singkat itu akhirnya kita terlihat sangat akrab.Senja pun datang  mengusik semua ketenangan yang mengelilingi aku dan pemuda itu.Seketika aku langsung melangkahkan kakiku menuju sebuah perahu bambu yang sedari tadi sudah setia menungguku dipinggir danau itu.Tak berpikir panjang aku kayuhkan perahu itu menuju keseberang danau,sesampainya diseberang aku langsung berlari menuju sebuah rumah yang berbahan kayu,rumah yang nampak indah,nampak unik,rumah yang sangat erat dengan etnhicnya.Rumah itu yang tak lain adalah rumahku.Setelah memasuki rumah,aku langsung menuju kamar kemudian aku duduk di mulut jendela sembari menanti idolaku muncul untuk menyinari malam sunyi ini.
Tak lama setelah sosok sinar itu muncul tiba-tiba ada sesuatu yang melintas di pikiranku akan pemuda yang ada di danau itu.Dia nampak begitu tampan dengan senyum simpul dibibirnya.Hidungnya tinggi sehingga membuatnya lebih nampak seperti artis korea.Giginya tersusun sangat rapi hal itu mengisyaratkan kalau dia orangya rapi.Sikapnya yang nampak keras,berbicara seperlunya membuat hati para wanita semakin terpikat.Setelah aku membayangkan wajahnya aku baru ingat kalau aku bahkan belum sempat untuk menanyakan namanya,namun aku yakin esok fajar aku akan bertemu dengannya di danau itu lagi,karena dia bercerita dia adalah pengagum berat fajar.
Keesokan harinya aku langsung berlari menuju perahu bambu itu,kemudian mengayuhnya kesebrang danau itu.Benar seperti dugaanku tadi malam kalau dia pasti akan datang untuk melihat fajar datang.Dia berdiri tepat mengghadap dimunculnya fajar,senyum simpul mulai terlukis setelah setitik goresan langit jingga mulai muncul.Aku menikmati senyumannya itu sampai-sampai aku tak menyadari kalau pemuda itu berjalan mundur mendekatiku dan mulai melirikku.Setelah sedetik kemudian aku baru menyadari kedatangannya,kemudian kita duduk diatas bukit dekat danau itu sembari mendengarkan kicauan burung yang mengiringi munculnya sang fajar.Tak terasa tangan kananku dengan reflek bertemu dengan tangan kiriku dan aku gosok-gosokkan satu dan lain ,memang pagi itu sangat dingin sekali.Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik tanganku dan menaruhnya di saku mantel tebalnya.Aku terkejut melihat tingkah pemuda itu yang terlihat begitu penuh ketulusan dan kepekaan,seketika suasana berubah menjadi hening kicauan burungpun tak terdengar lagi.Dengan segera aku memacah suasana,tak terasa sebuah percakapan muncul aku bertanya padanya siapa nama pemuda itu,diapun menjawabnya.Ternyata nama pemuda itu adalah Andreas Gumilang Fajar namun biasa dipanggil Andre.Setelah berbincang cukup lama tak terasa jam menunjukkan pukul 6,itu artinya aku harus segera pulang untuk mencari kayu bakar di belakang rumah.
Tak berpikir panjang aku langsung menarik tanganku dari kantong Andre dan kemudian berlari menuruni bukit meninggalkan Andre diatas sendirian.Andre yang tak mengetahui alasanku pergipun berusaha mengejarku namun tak bisa terkejar karena tak ada alat untuk menyebrangi danau itu.Sesampainya di rumah aku langsung bergegas menuju pekarangan dan mengumpulkan kayu,kemudian aku bawa kesamping rumah untuk bahan bakar pembuatan gerabah.Di samping rumah itu sudah ditunggu ayahku,dia nampak bersemangat untuk membakar semua gerabah karena ada borongan dan besok sore akan diambil.Malam harinya seperti biasa aku setia menunggu kehadiran bulan,namun aku merasa ada keganjalan kenapa aku tak seantusias kemarin saat menunggu bulan apa hatiku sudah berpaling kepada sosok Andre.Keesokan harinya aku tak bisa pergi kedanau untuk menemui pencuri hatiku karena ayah memintaku untuk membantunya membungkus gerabah.Sorepun tiba pembeli gerabah sudah sampai di pinggir danau,akupun berfikir sejenak sepertinya aku mengenali pemuda yang ada dibelakang pria tua itu.Akhirnya aku menyadari pemuda itu adalah Andre,”dunia memang sempit” kata Andre setelah sampai tepat dihadapanku.Akupun hanya bisa membalasnya dengan senyum simpul.
Tak berfikir panjang aku langsung menarik tangan Andre dan mengajaknya berkeliling di pekarangan belakang rumah.Tak terasa kami tiba di sebuah hutan,burung-burung berkicauan seakan mengiringi kepergian kami berdua.Tiba-tiba muncullah seekor ular yang menghalangi jalanku,seketika aku terkejut dan berlindung diballik bahu Andre.Dengan sigap Andre mengusir ular itu,mengetahui aku masih merasa ketakutan akhirnya dia merangkulku dan mengajakku duduk dibawah pohon yang rindang itu.Sesampainya di pohon kami berbincang-bincang,banyak hal yang kami bicarkan mulai dari hal penting sampai hal-hal yang tak masuk akal.Tak terasa matahari sudah di atas kepala kami pun memutuskan untuk pulang.Sesampainya di rumah Andre minta izin pulang sembari membawa gerabah pesanannya.
Malam pun tiba aku terlelap dalam tidurku tanpa melihat sang idolaku menampakkan wajahnya.Hari-hariku semakin berwarna dengan adanya Andre yang selalu datang ke rumah untuk belajar membuat gerabah.Memang aku akui hari-hari ku kini berubah semenjak kehadiran Andre,aku menjadi lebih ceria,lebih memperhatikan gaya,lebih rapi, lebih mau bekerja membantu ayah,dan aku juga sudah tidak lagi menunggu kehadiran bulan saat malam datang.Entah kenapa aku merasa hatiku sudah tertambat pada sosok pemuda itu.Pagi ini aku janjian sama Andre bertemu di danau,setelah aku selesai mencari kyu bakar dan membantu ayah dengan gerabahnya aku langsung bergegas menuju perahu bambu dan mengayuhnya ke seberang danau.Sesampainya di seberang danau aku tak melihat batang hidung Andre,seketika batinku tersentak apa Andre pulang karena aku tadi tak kunjung datang.Dengan penuh penyesalan aku menaikki bukit,sesampainya di puncak aku langsung duduk pandanganku kosong penuh tanda tanya sampai-sampai aku melamun,tiba-tiba lamunanku buyar ketika ada seonggok bunga mawar biru berada tepat dihadapanku.Aku mengikuti tangan pemegang bunga itu dan kemudian aku dapati Andre tengah tersenyum.Kali ini dia sukses membuat hatiku sedih sekaligus bahagia.Kemudian kami duduk di atas bukit,dia bercerita kalau sedari tadi dia bersembunyi dibalik bukit.Tiba-tiba percakapan menjadi serius ketika Andre berkata padaku kalau dia menyukai aku dan ingin menjadikannku sebagai pacarnya.Tepat di penghujung bulan November aku dan Andre resmi berpacaran.Hari-hariku semenjak itu menjadilebih berwarna,tak ada kesediah tersirat diwajahku.Pada suatu pagi Andre mengajakku berkeliling danau.Tiba-tiba terdengar suara “Kriiingggkringgg” suara itu membangunkan aku dari mimpi indahkku.Aku yang enggan bangun itu mau tidak mau harus bangun karena sekolah sudah menantiku di ujung sana.
Semenjak hari itu aku selalu berharap agar Tuhan memberiku mimpi yang sama agar aku bisaa melanjutkan kisahku bersama Andre.Namun aku juga sempat berharap kalau kejadian itu bisa menjadi nyata,namun itu semua tak bisa karena semua itu hanya bayangan ilusi saja.Hari-hariku terasa begitu hampa setelah aku menyadari Andre tak ada,dan semenjak kejadian itu aku selalu bangun lebih awal untuk menyaksikan kemunculan fajar.Dan setiap malamnya aku selalu terlelap lebih awal tanpa menghiraukan kehadiran Bulan lagi.Aku merasa kini kehadiran bulan sudah mulai tergaantikan oleh fajar.