Senin, 18 Mei 2015

Terjerat Kepalsuan Hati
                Ya,mungkin ini sudah lama sekali dan mungkin jika mereka itu aku,mereka pasti sudah berlalu meninggalkan semua alur cerita dan memulai cerita baru lagi dengan pemeran yang baru.Namun ini ceritaku,cerita yang kutulis sendiri dan cerita yang kuwarnai sendiri.Entah seberapa lama lagi cerita ini akan bertahan hanya aku,waktu dan Tuhan yang tahu.
                Cerita ini bermulai semenjak aku mengaguminya dalam diam.Selama satu tahun dalam ruang lingkup yang sama disitulah muncul pemeran utama.Tokoh yang menjadi alasanku untuk tetap memandang maju menatap masa depanku dan melupakan ketidak pastian yang ada.Setelah satu tahun,hati ini semakin mengunjang ketika sepercik tulisan muncul lewat  pesan singkat.Cerita ini pun semakin tertuntun,hari demi hari semakin jelas isyarat yang ku terima.Dan pada akhirnya alur cerita ini menjadi perdebatan khalayak ramai.Rasa yang ku pendam selama satu tahun akhirnya terbalaskan. Semua pemain seakan gembira melihatku dan pemeran utama menjadi satu.Malam-malamku kini semakin bersinar,hari-hariku semakin berwarna.Rasa perhatian,kesenangan mampu aku rasakan.Namun entah mengapa tiba-tiba kepalsuan hati ini datang dan menguasai pikiranku.Cerita yang aku bangun melalui pesan singkat ini pada akhirnya berakhir dalam waktu yang teramat singkat bahkan bisa dikatakan masih berumur jagung.Ceritaku pun berakhir.
                Namun apa dayaku,cerita yang aku kira sudah berakhir ternyata masih menyisakan kenangan dan pengharapan.Kepalsuan rasa hati ku saat itu membuat hati ini semakin mendayu-dayu dan semakin menjerit.Entah ini karma ataupun sekadar sugesti namun aku tak bisa melupakan semua tetntang pemeran utama itu.Bahkan saat aku bersama pemeran lain akupun tak mampu menolak kehadirannya dalam bunga tidurku.Bahkan bayang bayangnya pun sempat menghiasi keseharianku.
                Entah sampai kapan cerita ini mampu aku lanjutkan,aku hanya ingin kepalsuan ini segera berbalik menjadi sebuah kenyataan dimana aku tak lagi mengharapkanmu bahkan mencintaimu.Aku hanya ingin meyakinkan diriku bahwa pemeran utama sudah bahagia dengan dunianya dan pilihannya sendiri.Bahkan saat kita dipertemukan kembali sudah tak ada lagi kata “hati gemetar”.Karena aku yakin pemeran utamaku kini sudah bahagia.

                Sudah saatnya aku untuk beranjak dari cerita ini,karena cerita ini hanya menyisakan kepedihan bagi pemeran utama dan karma bagiku.Aku ingin menulis cerita yang baru lagi.Hingga pada waktunya aku bisa bahagia bersama pemeran yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar