Terjerat Kepalsuan
Hati
Ya,mungkin
ini sudah lama sekali dan mungkin jika mereka itu aku,mereka pasti sudah
berlalu meninggalkan semua alur cerita dan memulai cerita baru lagi dengan
pemeran yang baru.Namun ini ceritaku,cerita yang kutulis sendiri dan cerita
yang kuwarnai sendiri.Entah seberapa lama lagi cerita ini akan bertahan hanya
aku,waktu dan Tuhan yang tahu.
Cerita ini
bermulai semenjak aku mengaguminya dalam diam.Selama satu tahun dalam ruang
lingkup yang sama disitulah muncul pemeran utama.Tokoh yang menjadi alasanku
untuk tetap memandang maju menatap masa depanku dan melupakan ketidak pastian
yang ada.Setelah satu tahun,hati ini semakin mengunjang ketika sepercik tulisan
muncul lewat pesan singkat.Cerita ini
pun semakin tertuntun,hari demi hari semakin jelas isyarat yang ku terima.Dan
pada akhirnya alur cerita ini menjadi perdebatan khalayak ramai.Rasa yang ku
pendam selama satu tahun akhirnya terbalaskan. Semua pemain seakan gembira
melihatku dan pemeran utama menjadi satu.Malam-malamku kini semakin
bersinar,hari-hariku semakin berwarna.Rasa perhatian,kesenangan mampu aku
rasakan.Namun entah mengapa tiba-tiba kepalsuan hati ini datang dan menguasai
pikiranku.Cerita yang aku bangun melalui pesan singkat ini pada akhirnya berakhir
dalam waktu yang teramat singkat bahkan bisa dikatakan masih berumur jagung.Ceritaku
pun berakhir.
Namun apa
dayaku,cerita yang aku kira sudah berakhir ternyata masih menyisakan kenangan
dan pengharapan.Kepalsuan rasa hati ku saat itu membuat hati ini semakin
mendayu-dayu dan semakin menjerit.Entah ini karma ataupun sekadar sugesti namun
aku tak bisa melupakan semua tetntang pemeran utama itu.Bahkan saat aku bersama
pemeran lain akupun tak mampu menolak kehadirannya dalam bunga tidurku.Bahkan
bayang bayangnya pun sempat menghiasi keseharianku.
Entah sampai
kapan cerita ini mampu aku lanjutkan,aku hanya ingin kepalsuan ini segera berbalik
menjadi sebuah kenyataan dimana aku tak lagi mengharapkanmu bahkan
mencintaimu.Aku hanya ingin meyakinkan diriku bahwa pemeran utama sudah bahagia
dengan dunianya dan pilihannya sendiri.Bahkan saat kita dipertemukan kembali
sudah tak ada lagi kata “hati gemetar”.Karena aku yakin pemeran utamaku kini
sudah bahagia.
Sudah
saatnya aku untuk beranjak dari cerita ini,karena cerita ini hanya menyisakan
kepedihan bagi pemeran utama dan karma bagiku.Aku ingin menulis cerita yang
baru lagi.Hingga pada waktunya aku bisa bahagia bersama pemeran yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar