Aku termenung menikmati senja bergulir keperaduanya,taksabar rasanya aku ingin melihat sang pujaan hati yang sedari tadi bersembunyi dibalik awan.Dengan penuh keraguan sang pujaan hatiku muncul dan melambaikan tangan kepada semua orang yang melihatnya.Betapa tersayatnya hati kecilku ini saat aku mengetahui dia melambaikan tangan kepada semua yang melihatnya.Bahkan dia sempat menebarkan senyum termanisnya kepada siapapun yang ia temui,mungkin aku terkesan terlalu egois untuk memiliki dia seutuhnya namun aku juga tak bisa membendung semua keinginanku itu.Sebagai perempuan aku juga ingin mendapatkan senyuman termanis darinya,dan senyuman itu hanya untukku seorang.Nmun aku juga menyadari jika dia itu tak hanya milikku melainkan milik khalayak ramai.
Tak lama kemudia dia datang menghampiriku bersama kawanan setianya.Mukanya yang tadi songong berubah menjadi muka yang sangat manis dan membuat jantung ini berdetak kagum melihatnya. Senyumannya yang lebar mampu membiusku hingga aku terlamun.Seketika aku mulai berbicara padanya namun tak ada satupun jawaban terlontar darinya.Itu sudah menjadi tradisi buat kami.Dia hanya bisa tersenyum dan mebuat hati orang senang,dua hal itu saja yang diabisa lakukan.
Sesaat setelah aku melontarkan semua keluh kesahku,semua rasaku untukknya akupun dihinggapi oleh rasa kantuk yang mendalam.Dan itu tandanya aku harus merajut mimpi dan meninggalkan pujaan hatiku. Namun aku akan tetap setia menemuinya dikala malam datang,jika dia tidak brsembunyi dibalik awan.Karena aku hanya ingin menjadi daratan yang selalu terkena senyummu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar