Mengejar Mimpi
by:Ulfa H S
N
|
ina
adalah seorang pelajar SMP.Dia adalah anak dari keluarga dikalangan menengah
keatas.Ayahnya bernama Bapak Rusli ia adalah
seorang penjual bakso yang cukup sukses dan ibunya bernama Ibu Sri ia
adalah seorang pedagang .Ia adalah anak tunggal di keluarga ini.Ia hampir
mempunyai seorang adik tetapi takdir berkata lain,saat mengandung
adikknya,ibunya terjatuh di kamar mandi,Dan ibunya keguguran.Sehingga sampai
kini keluarga itu belum di beri anak lagi.
Nina bersekolah di SMP N 1 Trenggalek
.Ia tergolong anak yang pintar karena saat tes awal masuk di sekolah itu ia
mendapat peringkat 3.Ia masuk dikelas A,ia sangat disukai teman-temannya karena
ia pintar,sopan,mudah bergaul dan ramah
orangnya.Setahun berlalu ia kini duduk dikelas 8,dikelas 8 ini merupakan
hari-hari terberat Nina,karena ia sering mengeluh sakit kepala.Karena
kesehatannya menurun ia kini berubah yang dulunya riang sekarang menjadi
pendiam.
Akibat dari penyakitnya itu ia sekarang
menjadi lebih tidak konsenterasi dengan pelajaran sehingga ia selalu mendapat
nilai yang jelek.Teman-teman Nina yang baru menyadari bahwa Nina sekarang menjadi bodoh dan suka
tersenyum sendiri ,beranjak menjauhi Nina dengan berbagai macam alasan yang
hampir tidak masuk akal,padahal Nina tersenyum sendiri itu karena ia hanya
ingin menghilangkan rasa pusing yang
selalu membayang-bayangi,Nina tabah menghadapi ujian itu,ia beranggapan kalau semua ini hanya cobaan dari Allah,dan
Allah tidak akan memberi cobaan yang melebihi kemampuan hambanya.Ia masih bisa
tegar menghadapi ini semua karena ia berfikir “tak apa sebagian teman sekelasku
membenciku,kan aku masih punya sahabat dan orangtua yang selalu mendukungku”.Bel
yang menandakan pelajaran telah usaipun tiba,Nina langsung menghubungi
sahabat-sahabatnya yang baru mengambil
sepeda,untuk pulang bersamanya.Tetapi ia malah menerima penolakan dari
sahabatnya itu,karena mereka ingin mampir ke warnet dulu.Nina pun hanya bisa
bilang “tak apa kalau kalian tidak bisa,mungkin lain waktu kita bisa pulang
bersama.Daa…. BYE…….bye”.
Malam pun tiba Nina tidak bisa belajar
karena pusingnya kambuh lagi sampai-sampai ia mengikat kepalanya dengan
tali,ketika jam menunjukkan pukul 20.00
tiba-tiba ia mendapat sms dari Risa dan Neli mereka berdua adalah teman dekat
Nina,smsnya berisi bahwa mereka ingin pertemanannya berakhir cukup sampai
disini.Nina tak percaya dengan sms itu ia lalu mentelepon Risa dan Nela untuk
menanyakan kebenarannya.Dan ternyata jawabannya sama seperti di sms itu.Remuk
hati Nina setelah mendengar berita itu sehingga ia hanya bisa diam tanpa
kata,dan tak rela.Setelah kejadian itu ia hanya bisa curhat dengan sahabat
setianya yaitu diary,meskipun sahabatnya itu tak pernah bisa menjawab semua
tulisan Nina,tapi Nina masih bisa senang karena masih ada yang mau mendengar
keluh kesahnya.Keesokan harinya ia mencoba curhat dengan ibunya,ia langsung
menuju pokok permasalahhannya kalau sekarang ia tak punya teman,dan ibunya
menanyakan penyebabnya “emangnya apa alasan teman-temanmu menjauhi kamu”,Nina
menjawab “kayaknya mereka ilfil dengan ku,Bu.Karena aku sering ketawa sendiri
dan sekarang kan nilaiku turun semua”.Ibunya menyela “O…. berarti teman kamu
hanya melihat dengan sebelah mata atau sisi burukmu saja.Tapi ibu yakin besok
atau kapanpun kamu pasti dapat teman lagi melebihi dulu”.Setelah bercakap-cakap
dengan ibunya,Nina minta izin untuk beli bolpoin,saat di perjalanan tak sengaja
ia bertemu Ani teman satu SD dan sekarang sekolah di SMP N 3.Nina langsung
ngobrol dengan Ani karena sudah lama mereka tak bertemu,tak sengaja Ani
bertanya kepada Nina “siapa teman dekatmu saat ini setelah kita beda sekolah?”,Nina
pun hanya bisa diam tanpa kata dan tiba-tiba jadi melamun,Ani berubah menjadi
bingung dan mengagetkan Nina dengan berkata“woy….ada yang salah dari perkataanku tadi,apa
salahku?”,Nina menyahut “tak ada yang salah dari perkataan mu tadi,namun aku
bingung aku mau menjawab apa sebab sekarang aku tak punya teman.Teman ku semua
menjauhiku karena mereka ilfil padaku”.Ani mencoba menghibur Nina dan ia
berkata “aku mau jadi sahabatmu,dan sekarang kamu jadi tidak sendiri lagi”.Hati
kecil Nina senang sekali mendengar perkataan Ani tadi.
Tak disangka waktu Asar tiba padahal ia
hanya bilang pada ibunya untuk beli bolpoin,kemudian ia izin pamit kepada Ani
untuk pulang.Sesampainya dirumah ia bercerita pada ibunya kalau ia sekarang punya
teman lagi.Ibunya senang mendengar berita itu dan ibunya bahagia karena anaknya
bisa ketawa lagi.Dan tak lupa Nina langsung menulis hal itu di buku
diarynya.Malam pun tiba ia membantu ayahnya jualan bakso di warungnya,tak
disangka pembelinya sangat banyak melebihi hari-hari kemarin,Nina senang sekali
bisa membantu ayahnya sampai-sampai ia tak memikirkan kesehatannya.Dan
tiba-tiba ia jatuh pingsan saat membuat es campur,sehingga ia langsung dibawa
kerumah sakit menggunakan mobilnya.Setelah sampai di rumah sakit ia langsung
diperiksa dokter,setelah beberapa jam dokter memeriksa akhirnya dokterpun
keluar dan langsung memberitahukan kepada orang tua Nina kalau Nina telah terkena penyakit kanker otak.Orang tua Nina
kaget mendengarnya dan hampir tak percaya.Dokter berpesan kalau Nina harus
diberitahu secepatnya.Perkataan Dokter itu membuat orang tua Nina menjadi
dilema,karena mereka takut jika Nina tahu penyakitnya itu ia akan tambah
setres,tapi ada baiknya juga jika Nina segera diberitahu.Beberapa hari setelah
dirawat dirumah sakit akhirnya Nina boleh pulang asalkan obatnya diminum
terus.Nina pun berjanji akan minum obatnya.
Setelah beberapa hari tak masuk sekolah
akhirnya Nina bisa bersekolah lagi,meski di sekolah tak mempunyai teman tapi
Nina tetap senang karena diluar sana ia masih punya sahabat yang bernama
Ani.Tak di sangka 2 hari lagi Nina berulang tahun tepatnya tanggal 20 Agustus.Ia
pun tak sabar menunggu tanggal itu tiba,karena orangtuanya sudah berjanji akan
memberi hadiah spesial,dan akan merayakan ulang tahunnya.Tanggal 19 pun tiba ia
sudah mendekorasi tata letak kue nantinya saat tanggal itu,dan tak lupa ia juga
mengundang teman-teman sekelasnya untuk datang keacara ulang tahunnya meski ia
tahu pasti mereka tak akan datang,dan tak lupa ia juga mengundang Ani
sahabatnya.
Hari telah berganti dan saat yang
ditunggu-tunggu pun tiba ia tak sabar menunggu jarum jam bergerak kearah pukul
19.00.Sambil menunggu,ia juga binggung mau pakai gaun yang mana karena ibunya
membelikannya 2,yang satu berwarna Biru muda yang satunya berwarna merah.Dan
akhirnya ia memakai gaun berwarna biru muda karena ia senang sekali dengan biru
muda dan model bajunya juga cocok jika ia pakai,tapi ia juga ingin sekali
memakai yang warna merah karena model baju yang warna merah itu lebih
menarik.Dan akhirnya ia memutuskan menyuruh Ani yang memakai baju itu.Dan
akhirnya Ani mau memakainya dengan alasan 1.ia tak mau menolak permintaan
sahabatnya,2.ia juga tidak punya gaun yang cocok untuk kepesta.Saat yang
ditunggu pun tiba,Nina turun dari tangga dengan memakai gaun biru muda,dan
ia terlihat amat anggun.Sampai-sampai Ray
kagum melihat keanggunan Nina.Nina senang sekali saat turun dari tangga karena ia melihat Ani
memakai gaun pemberiannya,dan teman-temannya sebagian datang,tak lupa juga
tetangga-tetangga Nina pun ikut hadir.Saat akan meniup lilin Nina berdoa “YaALLAH
aku mempunyai satu mimpi yang ingin aku gapai sebelum tutup usiaku,aku hanya ingin kedua orangtuanya selalu bahagia disaat aku telah tiada nanti,dan aku mohon Allah memberikan pengganti aku disaat aku
pergi kesurga.Dan aku berharap teman-teman disekolah bisa menghargai
kehadiranku dan aku tidak pandang sebelah mata lagi,dan aku berharap ada
seseorang yang menyayangiku dengan tulus,amiend”.Setelah ia berdoa kemudian ia
meniup lilin.
Beberapa acara telah dilewati.Waktu
telah menunjukkan pukul 23.00,orang tua Nina masuk kekamar anaknya sambil
membawa kotak besar,yang tak lain isinya adalah boneka panda besar dan kunci
motor,Nina bahagia sekali karena hadiah-hadiah itu yang Nina inginkan.Setelah
menerima hadiah itu Nina kemudian tidur
dan menunggu keajaiban atas doa-doanya tadi saat meniup lilin.Pagi hari tiba
matahari pun sudah menjalankan tugasnya menyinari seluruh bumi bahkan matahari
sudah setinggi galah.Namun dikamar yang berukuran 4m X 4m itu masih sunyi
senyap seperti tak ada makhluk yang tinggal disitu,padahal didapur Pak Rusli
dan istrinya sudah menyiapkan makan pagi.Setelah makanannya siap Pak Rusli
langsung mengetuk pintu kamar Nina untuk membangunkannya karena Nina tak
seperti biasanya,biasanya ia pasti bangun lebih awal dan menyiapkan
sarapan.Setelah 4 menit mengetuk pintu itu Pak Rusli tidak mendengar jawaban
dari Nina.Pak Rusli langsung mendobrak pintu kamar itu dan menemukan Nina sudah
tak bernyawa lagi.Kemudian dengan sepontan ia berteriak memanggil istrinya,kemudian
istrinya datang dan menangis melihat anaknya sudah tidak bernyawa lagi.Tapi
mereka sadar kalau ini pasti yang terbaik untuk Nina.Pukul 15.00 Nina siap untuk dimakamkan,Ani yang sejak
pagi sudah ada disana tidak tega melihat sahabatnya dimakamkan.Bahkan
teman-teman yang dulu memusuhi Nina datang dan menyesali perbuatanya terhadap
Nina dulu.Karena dulu mereka belum tahu kalau Nina sakit parah.
Merekapun langsung meminta maaf kepada
orangtua Nina,dan akhirnya mereka dimaafkan.Tapi mereka belum sepenuhnya lega
karena mereka belum sempat minta maaf kepada Nina sampai ia menutup mata.Tapi apa daya nasi sudah menjadi bubur,hal
ini membuat mereka sadar jika kita tidak boleh melihat seseorang dari
penampilannya dan kita harus saling memaafkan dan menyayangi dengan sesama.Setelah
memakamkan anaknya itu mereka langsung merapikan tempat tidur Nina supaya tetap
terlihat bersih,disela-sela membersihkan tempat tidur tak sengaja Ibu Sri
menemukan buku kecil yang tak lain diary Nina,merekapun membaca setiap
lembarnya dan sesekali mereka meneteskan air mata,karena tak disangka Nina
selama ini sangat menderita sekali karena ulah teman-temannya.Dan sampailah
dilembaran terakhir,dilembaran itu Nina menulis “yaALLAH jika engkau beri aku
umur lebih panjang aku ingin membuat bahagia orang tuaku dan bahkan aku rela
jika aku tak bahagia asalkan mereka bahagia,dan jika engkau ambil aku dengan
cepat aku ingin mereka tetap bahagia dan engkau beri mereka pengganti ku agar
mereka tetap bahagia dan tersenyum,karena senyuman mereka adalah kado terindah
buatku”.Hati mereka seperti disayat-sayat dengan silet setelah membaca
kata-kata itu,tapi mereka menjadi lebih bangga karena telah dipercayai oleh
ALLAH merawat anak solehah seperti dia.
5 bulan kemudian Pak Rusli dan Ibu Sri
mendapat kebahagiaan karena mereka dipercayai lagi oleh ALLAH untuk mengasuh
anak.Sekarang ini bu Sri baru mengandung 3 bulan dan tinggal 6 bulan lagi
melahirkan.6 bulan kemudian bayi itu lahir dan ternyata bayi yang dilahirkan
itu perempuan dan mirip sekali dengan Nina.Keluarga kecil itu pun bisa
tersenyum kembali,meski dihati masih ada luka yang tidak ada obatnya.Tapi
mereka tetap tabah dan semangat menjalani hidup ini dengan membuka lembaran
baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar